Aku ingin mencintaimu dengan sederhana
Dengan kata yang tak sempat diucapkan Kayu kepada api
yang menjadikanya abu...
Aku ingin mecintaimu dengan sederhana....
Dengan isyarat yang tak sempat disampaikan Awan kepada hujan
yang menjadikannya tiada....
Sapardi Djoko Damono, (1989)
Puisi di atas memiliki sebuah isyarat pencintaan yang tidak muluk-muluk dan sederhana namun syarat akan sebuah makna yang dalam. Dan subhanallah, ternyata 14 abad yang lalu Rasulullah SAW telah menyebutkan bagaimana sebuah cinta di isyaratkan...
Cintailah sesuatu sewajarnya,
Karena mungkin suatu ketika ia akan menjadi sesuatu yang kau benci...
Dan sederhanalah dalam membenci,
Karena suatu saat mungkin akan menjadi sesuatu yang kau cintai...
Sekali lagi anda jauh lebih tahu daripada saya. Bahwa mungkin perlu bagi anda menjaga rahasia siapa nama orang yang anda tertarik padanya. Menjaga dalam keihklasan hati, menjaga dalam kesucian khayalan, menjaga dalam ucapan lisan, dan menjaga dalam ekspresi diri.
Seperti Fathimah dan 'Ali, saling mencintai dalam kerahasiaan yang paling rapat, kepasrahan paling kuat, dan ikhtiar suci yang menemukan jalannya... dengan karunia Allah! Jika kita husnuzhan pada-Nya.
Terakhir, ijinkanlah saya menutup artikel ini dengan sebuah untaian doa...
Ya Rabbi, jika aku jatuh hati...
Ijinkanlah aku melesat...
Hingga syetan tak mampu hinggap...
Ya Rabbi, jadikanlah cinta-Mu,
lebih aku cintai daripada dunia dan isinya...






3 komentar:
zaman sekarang kaya nya susah cari yang seperti itu......
i like this note..
nice ^_^
Posting Komentar
Give Me Some Comment n' Suggestion...