...Marhaban Ya Ramadhan...


  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Shaumlah!



  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Bacalah...


  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Kemanjaan

Oleh : Anis Matta
Jika kita hanya membaca biografi pahlawan, atau mendengar cerita kepahlawanan dari seseorang yang belum pernah kita lihat, barangkali imajinasi yang tersusun dalam benak kita tentang pahlawan itu akan berbeda dengan kenyataannya. Itu berlaku untuk lukisan fisiknya, juga untuk lukisan emosionalnya.


Abul Hasan Ali Al-Hasani Al-Nadwi, yang tinggal di anak benua India, telah membaca tulisan-tulisan Sayyid Quthub, yang tinggal di Mesir. Tulisan-tulisannya memuat gagasan-gagasan yang kuat, solid, atraktif, berani, dan terasa sangat keras. Barangkali bukan merupakan suatu kesalahan apabila dengan tanpa alasan kita membuat korelasi antara tulisan-tulisan itu dengan postur tubuh Sayyid Quthub. Penulisnya, seperti juga tulisannya, pastilah seorang laki-laki bertubuh kekar, tinggi dan besar. Itulah kesan yang terbentuk dalam benak Al-Nadwi. Tapi ketika ia berkunjung ke Mesir, ternyata ia menemukan seorang laki-laki dengan perawakan yang kurus, ceking dan jelas-jelas tidak kekar.


Umar bin Khattab mengajar sesuatu yang lain ketika beliau mengatakan: “Jadilah engkau seperti sorang bocah di depan istrimu”. Laki-laki dengan postur tubuh yang tinggi, besar, putih dan botak itu, yang dikenal keras, tegas, berani, dan tegar, ternyata senang bersikap manja di depan istrinya.


Mungkin bukan sekedar Umar. Sebab Rasulullah SAW, ternyata juga melakukan hal yang sama. Adalah Khadijah tempat ia kembali saat kecemasan dan ketakutan melandanya setelah menerima wahyu pertama. Maka kebesaran jiwa khadijah yang senantiasa beliau kenang, dan yang memberikan tempat paling istimewa bagi perempuan itu dalam hatinya, bahkan setelah beliau menikahi seorang perawan. Tapi beliau juga sering berbaring dalam pangkuan Aisyah untuk disisiri rambutnya, bahkan ketika beliau sedang i’tikaf di bulan Ramadhan.


Itu mengajarkan kita sebuah kaidah, bahwa para pahlawan mukmin sejati telah menggunakan segenap energi jiwanya untuk dapat mengukir legenda kepahlawanannya. Tapi untuk itu mereka membutuhkan suplai energi kembali. Dan untuk sebagiannya, itu berasal dari kelembutan dan kebesaran jiwa sang istri.


Kemanjaan itu, dengan begitu, barangkali memang merupakan cara para pahlawan tersebut memenuhi kebutuhan jiwa mereka akan ketegaran, keberanian, ketegasan dan kerja-kerja emosi lainnya. Kepahlawanan membutuhkan energi jiwa yang dahsyat, maka para pahlawan harus mengetahui dari mana mereka mendapatkan sumber energi itu.


Petuah ini agaknya tidak pernah salah: “Di balik setiap laki-laki agung, selalu berdiri seorang wanita agung”. Dan mengertilah kita, mengapa sastrawan besar Mesir ini, Musthafa Shadiq Al-Rafii, mengatakan: “Kekuatan seorang wanita sesungguhnya tersimpan di balik kelemahannya”.

Sumber: Tarbawi Edisi 31 Th.3/Muharram 1423 H/29 Maret 2002

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Apakah Anda Seorang Pemimpin?


Coba simak ciri-ciri pemimpin luar biasa berikut ini, siapa tau pemimpin Anda memilikinya:


* Integritas

Integritas adalah melakukan sesuatu sesuai dengan apa yang Anda katakan akan Anda lakukan. Integritas membuat Anda dapat dipercaya. Integritas membuat orang lain mengandalkan Anda. Integritas adalah penepatan janji-janji Anda. Satu hal yang membuat sebagian besar orang enggan mengikuti Anda adalah bila mereka tak sepenuhnya merasa yakin bahwa Anda akan membawa mereka kepada tujuan yang Anda janjikan.


* Optimisme

Tak ada orang yang mau menjadi pengikut Anda bila Anda memandang suram masa depan. Mereka hanya mau mengikuti seseorang yang bisa melihat masa depan dan memberitahukan pada mereka bahwa di depan sana terbentang tempat yang lebih baik dan mereka dapat mencapai tempat itu.


* Menyukai perubahan

Pemimpin adalah mereka yang melihat adanya kebutuhan akan perubahan, bahkan mereka bersedia untuk memicu perubahan itu. Sedangkan pengikut lebih suka untuk tinggal di tempat mereka sendiri. Pemimpin melihat adanya kebaikan di balik perubahan dan mengkomunikasikannya dengan para pengikut mereka. Jika Anda tidak berubah, Anda takkan berkembang.


* Berani menghadapi resiko

Kebanyakan orang menghindari resiko. Padahal, kapan pun kita mencoba sesuatu yang baru, kita harus siap menghadapi resiko. Keberanian untuk mengambil resiko adalah bagian dari pertumbuhan yang teramat penting. Para pemimpin menghitung resiko dan keuntungan yang ada di balik resiko. Mereka mengkomunikasikannya pada pengikut mereka dan melangkah pada hari esok yang lebih baik.


* Ulet

Kecenderungan dari pengikut adalah mereka menyerah saat sesuatunya menjadi sulit. Ketika mereka mencoba untuk yang ke dua atau ke tiga kalinya dan gagal, mereka lalu mencanangkan motto, “Jika Anda gagal di langkah pertama, menyerahlah dan lakukan sesuatu yang lain.” Jelas saja mereka melakukan itu, karena mereka bukan pemimpin. Para pemimpin itu tahu apa yang ada di balik tembok batu, dan mereka akan selalu berusaha menggapainya. Lalu mereka mengajak orang lain untuk terus berusaha.


* Katalistis

Pemimpin adalah seseorang yang secara luar biasa mampu menggerakkan orang lain untuk melangkah. Mereka bisa mengajak orang lain keluar dari zona kenyamanan dan bergerak menuju tujuan mereka. Mereka mampu membangkitkan gairah, antusiasme, dan tindakan para pengikut.


* Berdedikasi dan komit

Para pengikut menginginkan seseorang yang lebih mencurahkan perhatian dan komit ketimbang diri mereka sendiri. Pengikut akan mengikuti pemimpin yang senantiasa bekerja dan berdedikasi karena mereka melihat betapa pentingnya pencapaian tugas-tugas dan tujuan.

Apakah pemimpin Anda memiliki ciri-ciri tersebut? Bila ya, syukurlah, berarti Anda telah menjadi pengikut dari seorang pemimpin yang tepat! Tapi jika Anda seorang pemimpin dan belum memiliki ciri-ciri itu, tak ada salahnya perbaruilah diri Anda dengan pedoman tersebut.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Pria Sejati


Pria sejati bukanlah dilihat dari bahunya yang kekar,
Tetapi dari kasih sayangnya kepada orang disekitarnya...

Pria sejati bukanlah dilihat dari suaranya yang lantang,
Tetapi dari kelembutannya mengatakan kebenaran...

Pria sejati bukanlah dilihat dari berapa banyak jumlah sahabatnya,
Tetapi dari bagaimana ia bersahabat dengan sesamanya...

Pria sejati bukanlah dilihat dari bagaimana ia dihormati di lingkungan kerjanya,
Tetapi dari bagaimana ia dihormati di keluarganya...

Pria sejati bukanlah dilihat dari seberapa keras pukulannya,
Tetapi dari sikap bijaknya menghadapi persolan...

Pria sejati bukanlah dilihat dari dadanya yang bidang,
Tetapi dari hati yang berada di balik itu...

Pria sejati bukanlah dilihat dari banyak wanita yang memujanya,
Tetapi dari komitmennya terhadap wanita yang dicintainya...

Pria sejati bukanlah dilihat dari beratnya barbel yang diangkatnya,
Tetapi dari tabahnya ia menghadapi persoalan...

Pria sejati bukanlah dilihat dari bagus lantunannya membaca Al-Qur’an,
Tetapi dari bagaimana ia konsisten menjalankan apa yang ia baca...

Pria sejati bukanlah dilihat dari berapa banyak ilmunya,Tetapi seberapa banyak ia amalkan dan gunakan bagi orang lain...


Allah telah menciptakan manusia berpasang-pasangan, Allah akan memberikan pasangan bagi wanita shalihah lelaki shaleh juga. Untuk memperbaiki dirimu, pelajari selalu perilaku Nabi Muhammad dan istri-istrinya. Upaya seorang hamba memperbaiki dirinya adalah amal yang selalu diperhitungkan oleh Allah.


Ketika engkau ingin bergaul dengan orang yang sholeh, maka yang pertama engkau lakukan adalah berupaya menjadi seorang yang sholehah.


Ingatlah wahai saudaraku, bahwa Allah akan memberikan yang terbaik buat hamba-Nya.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS