Ba’da tahmid wa shalawat...
Hari terus bergulir, waktu terus berlalu menyisakan beribu macam pelajaran bagi hamba-hamba yang berpikir.
Tak sejenak pun dari setiap dentingan waktu itu Allah melenakan kita dari nikmatNYA, tak sekejap pun Allah membiarkan hambaNYA hidup dalam kegamangan tanpa nikmat dariNYA. Tak sekejap pun ikhwah fillah………
Meski bibir serasa kelu untuk sekedar bergumam Alhamdulillah, tapi toh DIA tak juga menghentikan kucuran nikmatNYA, Subhanallah!!!!!!!!
Ukhti Mujahidah…………
Kutulis rangkaian kata ini menjadi sebuah paragrap agar engkau mengerti apa isi hatiku sesungguhnya. Tak ingin aku membiarkan kita berada pada sebuah kondisi yang semakin membelakangi perkembangan Tarbiyah yang kita lakukan. Semestinya kita terus melaju mengiringi perkembangan pesat dakwah ini, semakin siap mengemban amanah yang juga kian berat, bukan sebaliknya malah menjadi penambah masalah bagi dakwah.
Ukhti mujahidah…………
Pada dasarnya dakwah ini akan terus dan terus berjalan dengan atau tanpa kita di dalamnya. Tapi…………sadarilah bahwa kitalah yang perlu dan teramat sangat membutuhkan terhadapnya. Terutama aku wahai ukhti mujahidah. Hidupku 90% telah kuhibahkan untuk dakwah, sedangkan hal lain yah………..itu bagiku akan terikut seiring dengan amanahku di dalam dakwah ini. Bagiku, dakwah telah mengisi hari-hariku sedemikian indah tak bisa dikalahkan oleh apapun gemerlapnya dunia ini, banyaknya harta, nikmatnya bercanda dan sebagainya. Bahkan aku senantiasa mencoba untuk memberi pengertian kepada orang tuaku (sekalipun) untuk merelakan aku lebih mementingkan unrusan dakwahku ketimbang urusanku dengan mereka, apatah lagi dengan urusanku sendiri.
Ukhti mujahidah……………
Aku berani membayar mahal untuk ini, aku rela menghabiskan seluruh waktuku untuk amanah dakwah ini, bahkan aku ingin mengorbankan segala yang aku punya untuknya selama Allah ridho atasku. Terkait denganmu, maka aku ingin kabarkan bahwa sekarang engkau adalah seorang Murobbi yang juga telah memiliki binaan, sekarang engkau telah menjadi seorang kader yang tidak lagi pemula, sekarang engkau adalah sosok yang oleh dakwah ini diharapkan mampu memberikan kontribusi terbaikmu. Lantas????????? Apa yang telah engkau perbuat??
Wahai ukhti pejuang…………
Bagiku, istri yang baik adalah yang senantiasa mendukung suaminya untuk tetap tegak di medan dakwah dan jihad. Sebagaimana istri Handzolah yang merelakan diri sendirian di malam pengantin lantaran gendering perang harus dipenuhi. Betapa indah mendengar kabar suaminya syahid dan langsung dimandikan bidadari karena belum sempat junub?? Subhanallah………… Bagiku, suami yang baik adalah yang mengerti peran istrinya dan memberi peluang untuk berkiprah seoptimal mungkin. Sungguh, langkah kaki seorang istri tanpa ijin suaminya adalah maksiat (kata Ust Jefri) sementara seorang wanita juga diperlukan perannya untuk membangun ummat ini. Nah, bila suami hanya mementingkan diri dan mengekang istri hanya untuknya, berarti setiap langkahnya keluar rumah adalah maksiat bukan? Tidak salah memang bahwa jihad terbesar seorang istri adalah di rumah suaminya, tapi sekali lagi ummat ini juga memerlukan tenaganya, bila kedua suami istri saling bersinergi utnuk sama-sama ke masyarakat bukankah ini jauuuuh lebih utama? Tentu saja dengan tidak meninggalkan amanah pokoknya di rumah.
Ukhti yang dimuliakan Allah (insya Allah)……
Bagiku, teman yang baik adalah yang senantiasa menngingatkan kita untuk terus dan terus mengingat Allah. Yang senantiasa menguatkan ia kala ia lemah, yang menegarkan langkahnya kala ia gundah dan bukan sebaliknya ukhti. Seorang teman yang baik tentunya sangat bahagia bisa temannya mampu berkontribusi besar dalam dakwah ini, mampu memberi manfaat sebanyak-banyaknya kepada orang lain dan bukan sebaliknya??? Sungguh, bila kita ingin berkutat dengan urusan internal pribadi kita, maka sampai kapanpun tak akan pernah usai. Karenanya biarlah urusan pribadi kita itu terselesaikan seiring dengan tuntasnya amanah dakwah ini. Sebagaimana dunia yang juga akan kita dapatkan bila kita rajin mengejar akhirat.
Ukhti mujahidah...........
Semoga engkau mengerti apa yang aku maksudkan dan aku mengajak kepadamu untuk bersama mengarungi jalan dakwah dan jihad ini supaya nanti kita dikumpulkan disyurgaNYA. Amin...

.bmp)




